Kewajiban orangtua mendidik anak bukan hanya ketika anak
masih usia bayi hingga pra sekolah saja, sesungguhnya orangtua wajib mendidik
anak sepanjang masa sesuai dengan kebutuhan anak tersebut.
Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab mendidik anak kepada
pihak sekolah ketika anak mulai bersekolah tentu keputusan yang kurang bijak.
Di sekolah pada umumnya guru akan lebih fokus mengajarkan ilmu-ilmu akademis
daripada pendidikan akhlak atau budi pekerti. Hanya sedikit saja waktu
guru di kelas mengajarkan anak mengenai akhlah, itu pun mungkin hanya pada saat
anak menerima pelajaran tentang agama.
Baik dan buruknya perilaku anak sangat tergantung pada
bagaimana orangtuanya mendidik dan membesarkannya. Orangtua tidak dapat
berharap anak-anaknya menjadi seseorang yang baik dan berbudi luhur hanya
karena sudah menyekolahkan anaknya di sekolah yang mahal dan terkenal. Banyak
sekali hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku dan emosi anak selama anak di
sekolah. Pergaulan anak dengan teman-teman yang lainnya dapat berpengaruh
terhadap perilakunya. Keterbatasan waktu dan banyaknya anak didik di sekolah
menyebabkan guru tidak dapat fokus mendidik atau mengajarkan akhlak dan budi
pekerti secara orang perorangan. Oleh karena itu, campur tangan orangtua dalam
mendampingi, mengasuh dan mendidik anak sangatlah penting (Umi Munawaroh:2011).
Orangtua harus peduli dan tanggap terhadap pendidikan anak terutama yang
berhubungan dengan kebutuhan jiwanya, seperti menanamkan sifat jujur, disiplin,
tanggung jawab, mengajarkan bagaimana mengelola emosi dan perasaannya, merasa
dicintai dan disayangi. Dengan demikian anak akan faham mana yang benar dan
mana yang salah, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh. Dengan pola
asu yang baik, anak akan merasa tenang, senang dan percaya diri. Anak yang
dibesarkan oleh orangtua dengan penuh cinta, perhatian dan kasih sayang akan
membuat anak mampu menyayangi dan mencintai orang-orang yang ada di sekitarnya.
Pada dasarnya, pengasuhan dan pengawasan orangtua pada
anak seperti sebuah saringan yang dapat memisakan sesuatu yang bermanfaat
dengan yang tidak. (yer).
refference http://www.perkembangananak.com/